Skip to content

Kartun dan Seni Ilustrasi

Kartun jika ditinjau dari seni rupa berasal dari seni ilustrasi.

Secara Etimologikata Ilustrasi (illustration) berasal dari bahasa Latin, Illustrare

yang artinya menjelaskan atau menerangkan sesuatu, yakni cerita atau artikel dengan gambar. Keefektifan sebuah ilustrasi dalam penyampaian suatu pesan terhadap pembaca, harus memenuhi beberapa kriteria . Seni ilustrasi dapat diklasifikasikan ke dalam lima bagian, yakni ilustrasi cerita, ilustrasi artikel, ilustrasi sampul, karikatur dan vignet. Berdasarkan pembagian tersebut kartun masuk ke dalam ilustrasi cerita, satu kelompok dengan komik dan ilustrasi cerpen.

  1. Ilusrtasi cerita bergambar yang terdiri dari sekuen yang saling berhubungan dalam bentuk narasi yang panjang dan divisualisasikan dalam bentuk frame yang lebih dari satu namun merupakan satu kesatuan cerita.
  2. Ilustrasi cerpen/ novel / roman . Ilustrasi jenis ini biasanya digabungkan dengan judul dan penulis cerita, tujuan pembuatan gambar ilustrasi ini adalah selain untuk mempercantik perwajahan cerpen/novel/roman, penggunaan ilustrasi juga dapat menggambarkan cerita pada cerpen/ novel/roman.
  3. Ilustrasi kartun sebuah gambar yang lebih menekankan pada suatu momen yang memuat cerita atau pesan dalam wujud humor.
  4.  Ilustrasi artikel gambar yang digunakan dalam untuk memperjelas suatu tulisan, memberikanketerangan yang dapat membantu pembaca agar lebih mengerti maksud dari sebuahtulisan. Ilustrasi artikel tidak hanya gambar dengan setting tempat tertentu saja, tetapidapat berupa keterangan-keterangan tambahan suatu data yakni bagan, diagram, tabel dangambar berangkai untuk menerangkan sesuatu yang sistematis.
  5.  Ilustrasi sampul (cover) Ilustrasi yang dapat kita jumpai dalam sampul berbagai media penerbitan, yakni buku, komik, jurnal ilmiah maupun majalah. Ilustrasi sampul menyajikan gambar yangmerepresentasikan isi yang terkandung dalam buku, komik, jurnal ilmiah maupun majalah.

ayux  ( Ni Gst. Ayu Pt. Nila Sari / 2011.06.014. / dkv )

Jenis-jenis kartun

Kartun Gag
Merupakan  gambar  kartun  yang  dimaksudkan  hanya  sekadar  sebagai
gambar lucu  tanpa bermaksud mengulas suatu permasalahan atau peristiwa  aktual.
Kartun  murni  biasanya  tampil  menghiasi  halaman-halaman khusus humor
yang terdapat di surat kabar atau terbitan lainnya.
Salah satu pembuat  kartun  murni  yang  terkenal  adalah  Kokkang
yang  karyanya  dimuat di berbagai terbitan.
Contoh Kartun Gag :
gang
Kartun editorial
Merupakan  kolom  gambar  sindiran  di  surat  kabar  yang  mengomentari
berita dan isu yang sedang ramai dibahas di masyarakat.
Sebagai editorial visual, kartun tersebut mencerminkan kebijakan dan garis
politik sekaligus  mencerminkan budaya  komunikasi  masyarakat .
Dewa Putu Wijana dalam karyanya yang mengulas masalah aspek pragmatik dalam  kartun, menyatakan
bahwa  kartun  editorial  merupakan  visualisasi  tajuk rencana
surat  kabar  atau  majalah
yang  membincangkan  masalah  politik  atau peristiwa  aktual.
Oleh  karena  sifatnya  tersebut,
kartun  editorial  sering  disebut dengan kartun politik.
Contoh kartun editoial yang terkenal di Indonesia adalah Oom Pasikom di harian Kompas dan Keong di harian Sinar Harapan.
Beberapa kartunis  terkenal  yang  intens  dalam  pembuatan  kartun  editorial
antara  lain :
Sibarani,
G.M.  Sudarta,
Pramono,
Johny  Hidanat,
Jaya  Suprana,
Dwi Koendoro.
Contoh Kartun Politik:
 politik
Kartun Karikatur
Kartun karikatur merupakan kartun yang telah di lukis
dengan melakukan perubahan terhadap wajah atau bentuk seseorang.
Contohnya hidung menjadi besar, mata kecil, dan sebagainya.
Kartun ini lebih menonjolkan karakter seseorang melalui bentuknya.
Kartun ini juga meperlihatkan sifat atau kelemahan seseorang ataupun sebuah perkumpulan.
Kartun ini bertujan untuk menimbulkan rasa kurang percaya masyarakat
terhadap mereka karena kelemahan-kelemahannya itu.
Kartun ini juga digunakan untuk mengkritik
secara jenaka yang mempunyai maksud tertentu.
Contoh kartun karikatur :
animasi
Kartun Animasi
Kartun animasi merupakan katun yang dapat
bergerak atau hidup secara visual dan bersuara.
Kartun ini tersusun dari gambar-gambar yang di lukis
lalu direkam dan di tayangkan dalam televisi atau film.
Jenis kartun ini mengambil peran penting dalam industri perfilman.
Contoh kartun animasi :
animasi 2
Komik
Komik merupakan perpaduan antara seni gambar dan seni sastra.
Komik terbentuk dari rangkaian gambar yang keseluruhannya
merupakan rentetan cerita yang pada setiap gambarnya terdapat balon ucapan
sebagai narasi cerita dengan tokoh/karakter yang mudah di kenal.
Contoh komik yang populer saat ini adalah komik buatan Jepang.
Komik Jepang tidak hanya menampilkan cerita anak,
tetapi juga menampilkan drama percintaan yang romantis.
Komik  buatan Jepang telah meraja perindustrian komik di Indonesia.
Mulai dari cerita lucu seperti Doraemon,
Crayon shincan, Kobo Chan, dan lain sebagainya.
Namun demikian,
Indonesia juga memiliki komik-komik buatan dalam negeri
yang tidak kalah kualitasnya,
baik dari segi grafis dan ceritanya.
Beberapa dekade lalu, komik Panji Tengkorak karya Hans Jaladara,
ataupun Bende Mataram, Gundala, sampai
cerita Mahabarata pernah menghiasi perkomikan Indonesia.
Pada saat ini perkembangaan komik lokal tak sehebat komik buatan Jepang.
Komik-komik lokal masih tetap bertahan
pada terbitan secara bersambung di koran-koran ataupun majalah.
Contoh komik :
komik 2 komik

ayux ( Ni Gst. Ayu Pt. Nila Sari / 2011.06.014. / dkv )

Sejarah Kartun

Berawal dari kegemaran nonton film kartun tiap weekend terutama hari minggu pagi di TV, jadi pengin tahu sejarah kartun. Kenapa suka film kartun? karena ringan, lucu dan menghibur, bisa membuat tertawa terbahak-bahak hehehe, bentuknya lucu dan kadang aneh, dan penuh dengan khayalan tinggi dan kreatif.

 Oke mari kita telusuri sejarahnya kartun dulu di om google

Kata kartun berasal dari bahasa Inggris cartoon atau dalam bahasa Italia,cartone yang berarti kertas tebal. Awalnya kartun mengacu pada pengertian gambar rencana, dalam seni murni kartun merupakan gambaran kasar atau sketsa awal dalam kanvas besar atau pada hiasan dinding pada bangunan arsitektural seperti mozaik, kaca dan fresco (Marianto dalam Indarto, 1999:13).

Pada awalnya kartun dibuat untuk membantu dalam pembuatan fresco, yakni seni menggambar di kaca dengan warna-warna yang indah dan mengilustrasikan suatu legenda atau mitos pada masyarakat Eropa.

Bukti arkeoleogis telah menemukan gambar kartun atau karikatur sudah ditemukan pada dinding-dinding dan jambangan bunga pada jaman Mesir kuno dan Yunani Kuno (Intisari, Januari 1992).

Masa Renaissance yakni pada abad ke-16, , Michaelangelo buo narotti memakai kartun dalam mengerjakan karyafresco tentang kisah penciptaan manusia yang sangat terkenal dan sampai sekarang dapat dilihat di Kapel Sistine. (Marianto dalam Indarto, 1999:13). Leonardo da Vinci dalam karyanya yang berjudul The Virgin and Child with St. Anne and St. John the Baptist, adalah sebuah kartun yang dibuat oleh Leonardo da Vinci dalam makna yang asli. Sebuah kartun dengan ukuran penuh yang digambar di atas kertas sebagai studi untuk proses lebih lanjut sebauh karya seni, seperti lukisan atau permadani. Koleksi kartun kelas dunia karya Peter Paul Rubens untuk sebuah permadani yang besar sebuah koleksi dari John and Mable Ringling dapat disaksikan dalam Museum of Art di Sarasota, Florida.

(http://en.wikipedia.org/wiki/Editorial_cartoon)

davinci

Leonardo Davinci

 peter

Peter Paul Rubens

Bapak kartun modern adalah seniman yang berasal dari Perancis, Honore Daumier(1830-1870). Beliau mengkartunkan para pemimpin perancis untuk koran dan majalah Perancis, bahkan sempat dipenjara pada tahun 1832 karena mengkarikatur Raja Louis Philippe (Intisari, Januari 1992).

 honore

Honore Daumier

Dalam bidang editorial dan politik, terjadi pergeseran kartun secara esensial, sebab kini kartun lebih condong untuk menyebut sketsa kasar yang berkarakter ekstrim yang dibuat komikus, dengan orientasi untuk kepentingan editorial, hiburan bahkan iklan

Tahun 1843 merupakan masa di mana kehadiran kartun mulai diperhitungkan keberadaannya, pada tahun tersebut diadakan sebuah pameran besar dan kompetisi kartun yang digagas oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria dari Inggris. Pameran dan kompetisi ini bertujuan untuk mendapatkan sebuah desain dinding bagi gedung parlemen yang baru.

Kartun yang berjudul Substance and Shadow karya John Leech merupakan sindiran yang disiapkan untuk pembangunan fresco di New Palace of Westminster (1843), dan kemudian dibuat pengertian modern dari kata “kartun” dalam media cetak modern, ilustrasi kartun biasanya bertujuan humor. Fresco sendiri adalah seni menggambar di kaca dengan warna-warna yang indah dan mengilustrasikan suatu legenda atau mitos pada masyarakat Eropa.  Konsep ini mulai dipakai dari tahun 1843 ketika majalahPunch menerapkan istilah untuk gambar sindiran dalam salah satu halamannya, terutama sketsa yang dibuat oleh John Leech. Awal parodi sebuah kartun dilihat padafresco bersejarah di new palace of Westminster. Judul asli untuk gambar yang dibuat oleh tukang pensil (ilustrator) majalahPunch dan judul baru “cartoon” dimaksudkan untuk sesuatu yang bersifat ironis, dengan referensi pada sikap memperkaya diri dari para politisi barat.

(www.wikipedia.com)

john

 John Leech

Tahun 1900 kartunis editorial, Sir David Low dari Selandia Baru membuat karakter pada diri “Kolonel Blimp”, yakni sosok militer tua yang reaksioner. Low memulai karier sebagai kartunis pada tahun 1914 dan pada tahun 1919, ia pindah ke Inggris. Terkait dengan perkembangan kartun secara kronologis, tahun 1930-1940 adalah masa popularitas buku-buku komik, sedangkan tahun 1935 sampai 1945 (pasca perang dunia II) merupakan masa popularitas komik-komik humor.

sir david

Sir David Low

Teknis masa lalu dalam menerbitkan kartun (sebelum berkembangnya cetak dan separasi warna) adalah dengan cara manual dimana kartunis langsung menggambar di atas blok kotak kayu4, setelah gambarnya pasti bisa dengan pensil atau pena, pengukir lantas mengukirnya sesuai garis coretan. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam. Semakin berkembangnya teknik cetak proses pembuatan kartun menjadi lebih efektif dan efisien terlebih lagi setelah berkembangnya teknik digital. Seiring dengan kemajuan jaman para kartunis mengadakan inovasi terhadap kartun, yang kemudian memunculkan film kartun

Sumber :

http://ensiklopediadi.blogspot.com/2010/06/sejarah-kartun-dan-film-kartun.html

(http://en.wikipedia.org/wiki/Editorial_cartoon)

ayux  ( Ni Gst. Ayu Pt. Nila Sari / 2011.06.014. / dkv )

Apa Itu kartun ?

Kartun  berasal dari bahasa Italia, cartone, yang berarti kertas. Kartun pada mulanya adalah penamaan bagi sketsa pada kertas alot (stout paper) sebagai rancangan atau desain untuk lukisan kanvas atau lukisan dinding, gambar arsitektur, motif permadani, atau untuk gambar pada mozaik dan kaca.

Namun seiring perkembangan waktu, pengertian kartun pada saat ini tidak sekadar sebagai sebuah gambar rancangan, tetapi kemudian berkembang menjadi gambar yang bersifat dan bertujuan humor.

Sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis, kartun merupakan suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringkas, atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kartun biasanya hanya mengungkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana, tanpa detail, dengan menggunakan simbol-simbol, serta karakter yang mudah dikenal dan dimengerti secara cepat.

Kartun mempunyai sisi menarik yang memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan media komunikasi yang lain. Ketertarikan seseorang terhadap kartun menurut penelitian Priyanto Sunarto yang berjudul Metafora Visual Kartun Editorial pada Surat Kabar Jakarta 1950-1957 disebabkan dalam mengungkapkan komentar, kartun menampilkan masalah tidak secara harfiah tetapi melalui metafora agar terungkap makna yang tersirat di balik peristiwa. Metafora merupakan pengalihan sebuah simbol (topik) ke sistem simbol lain (kendaraan). Penggabungan dua makna kata/situasi menimbulkan konflik antara persamaan dan perbedaan, hingga terjadi perluasan makna menjadi makna baru.

 

ayux  ( Ni Gst. Ayu Pt. Nila Sari / 2011.06.014. / dkv )

Kualitas Kartun yang Efektif

a

Pemakaianya sesuai dengan tingkat pengalamannya

pertimbangan pertama adalah arti kartun hendaknya dapat dimengerti oleh para siswa. Misalnya kartun mengenai perang dingin, akan kecil artinya bagi murid kelas tertentu yang belum mempelajari judul tersebut.

Kesederhanaan

Memperkirakan arti kartun dapat dimengerti, berarti ada beberapa perwatakan fisik yang diinginkan dair kartun-kartun yang baik, secara umum dapat dikatakan bahwa kartun-kartun yang baik hanya berisi hal yang penting-penting saja.

Lambang yang jelas

Kejelasan dari pengertian-pengertian simbolis.misalnya paman sam merupakan lambang kartun standar yang dimengeri dengan baik olah masyarakat pembaca surat kabar umumnya, si kabayan dan liplop tokoh kartun anak-anak yang jenaka. jadi dalam memilih kartun-kartun dengan lambang-lambangnya dan tidak terlalu sukar dipahami oleh para siswa.

ade    ( Ade Pratama Putri   / 2011.06.052  / dkv )

Keterkaitan Film Kartun dengan Kondisi Anak

Saat ini kita sebagai orang Indonesia belum bisa berbangga diri karena kita belum bisa menciptakan film kartun sendiri. Pernah ada beberapa kali orang Indonesia yang membuat film kartun namun tidak setenar film kartun dari luar, seperti negara tetangga kita, malaysia dengan kartun Ipin dan Upin, Jepang dengan Avatarnya. Namun, semua film kartun yang merebak di masyarakat belum tentu sepenuhnya bagus bagi perkembangan anak. Karena sering kali kita temukan beberapa adegan kekerasan, adegan percintaan orang dewasa, perilaku kasar terhadap orang lain bahkan sampai pembunuhan. Fakta telah menyebutkan beberapa tahun terakhir ini ada kasus kematian anak yang disebabkan meniru gaya tokoh sang idola. Tentunya hal ini terjadi karena kurang adanya pantauan dari orang tua, masyarakat dan pemerintah.

Ada lirik puisi children learn what they live yang ditulis oleh Dorothy Law Nolte, jika anak hidup dengan saling pengertian, ia belajar menjadi sabar. Jika anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri, jika anak hidup dengan pujian, ia belajar menghargai. Jika anak hidup dengan kejujuran, ia belajar menjadi adil. Ungkapan tersebut bukan hanya sekedar pemanis kata, tetapi memiliki kebenaran faktual yang tidak bisa disangsikan, kondisi lingkungan pada masa anak-anak, secara langsung ataupun tidak, akan membentuk karakter si anak itu sendiri. Sehingga anak membutuhkan komunikasi dua arah dengan orangtuanya.Namun yang didapatnya hanyalah komunikasi dua arah tapi pada benda mati.

            Semua hal tersebut tentu tidak terlepas dari peran anak sebagai seorang pelajar.Selama di sekolah anak diajarkan tentang hal-hal yang mendidik untuk kehidupannya kelak. Menurut Bloom (dalam Sunarto dan Hartono, 2006) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar anak dikelompokkan menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaan pengetahuan (kognitif), penguasaan nilai dan sikap (afektif) dan penguasaan psikomotorik. Pada masa anak-anak telah terjadi perkembangan yang relatif rendah (terbatas). Sehingga segala sesuatu yang ada didekat anak akan mudah masuk ke dalam pikirannya. Pada usia sekolah dasar, anak belum sepenuhnya menguasai nilai-nilai abstrak yang berkaitan dengan benar dan salah atau baik dan buruk. Hal ini dikarenakan perkembangan intelek yang masih terbatas.Anak belum mengetahui manfaat suatu ketentuan atau peraturan dan belum memilik dorongan untuk mengerti peraturan dalam kehidupan.Namun semakin lama mereka semakin mengenal nilai-nilai. Dalam proses mengenal ini anak akan lebih banyak menyerap segala sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakan di dekatnya. Sehingga pada masa inilah menjadi masa keemasan untuk membentuk karakter anak.

 

ade( Ade Pratama Putri   / 2011.06.052  / dkv )

Dampak Positif dari Kartun

Hiburan dikala bosan, susah, sedih dan suram
Menambah imajinasi dan inspirasi
Bisa belajar bahasa jepang dan inggris
menambah pengetahuan dan wawasan
Membentuk anak kreatif
Menumbuhkan rasa empati
meningkatkan imajinasi dan kreativitas
Meningkatkan kemampuan berfikir dan ide anak

 

ade( Ade Pratama Putri   / 2011.06.052  / dkv )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 461 pengikut lainnya.